[Japan Trip] Kota Doraemon itu Bernama Kawasaki City


Prolog:
Sejak saya mengenal stasiun tv swasta pertama Indonesia; RCTI, saya mulai mengenal sosok tokoh animasi kartun Jepang Doraemon yang bertubuh bulat dan berwarna biru-putih. Konon kucing robot ini datang dari masa depan untuk membantu keseharian si Nobita, anak laki-laki cengeng dan pemalas yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Tubuh bundar Doraemon dengan kantong ajaibnya yang dapat mengeluarkan segala macam alat-alat aneh itu selalu menghampiri saya setiap minggu pagi jam 8 di RCTI, sampai sekarang! 
Dengan kata lain, saya bertumbuh diiringi cerita-cerita dari Doraemon di tv. Makanya enggak heran ketika akhirnya bisa jalan-jalan ke Jepang, salah satu tekad terbulat saya (yang sebulat dorayaki) adalah memasukan itinerary lokasi yang WAJIB didatangi yaitu Museum Doraemon di Kawasaki City.  


16 Oktober 2013
Setelah kemarin diprediksi Taufan bakal mampir ke Tokyo di pagi hari (dan memang benar adanya), ternyata siang harinya cuaca terlihat cerah ceria dengan langit yang begitu biru beserta lukisan abstrak Tuhan berupa guratan awan-awan cantik yang mengangkasa di atas Kota Tokyo. Jadi inget sama  scene-scene pada film-film bergenre apocalyptic yang berakhir dengan happy ending dimana cuaca setelah bencana alam terjadi adalah langit yang biru, cericip burung mengudara, angin berhembus sepoy-sepoy.

Keluar dari Nui Hostel  (Hostel hipster nan keren tempat kami menginap ini berkonsep cafe/lounge dan bertema artisan) sekitar pukul sembilan pagi dan mendapati JR line Kota Tokyo enggak beroperasi untuk sementara waktu akibat Taifun. Akhirnya kami memutuskan untuk naik subway yang masih beroperasi tapi sedikit delay terkena imbas dari taufan ini. Nanti kami bakalan pindah ke JR line lain agar bisa tiba di stasiun JR Line Noborito, Kawasaki. Stasiun JR Line Noborito merupakan satu-satunya stasiun di Kawasaki City dimana shuttle bus khusus menuju Museum Doraeman tersebut, beroperasi.

Sama seperti cuaca menjelang siang ini, mood saya sedang dalam keadaan paripurna gembiranya, terbayang bakalan serunya menuju Kawasaki City dimana museum Doraemon berada.
Yang pasti hari ini kami bakal senang-senang dan tentunya bernostalgia sama tokoh kartun Jepang si kucing biru Doraemon yang serialnya selalui ditayangin sama RCTI saban Minggu pagi sejak kami kecil sampai sekarang!
Museum Doraemon atau nama resminya adalah Fujiko F. Fujio Museum (nama si pencipta karakter Doraeman) berada di kawasan suburban Tokyo (semacam daerah penyangga kota besar) bernama Kawasaki. Jaraknya kira-kira setengah jam dari Tokyo menggunakan kereta.


shuttle bus museum Fujiko F. Fujio - 200Yen/trip

Tiba di stasiun JR Line Noborito, dari lantai dua saja ketika kami melongok ke bawah, bus Doraemon sudah menyambut ^__^.
Shuttle bus Museum Doraemon ini mencolok sekali, karena dari penampakannya saja sudah terlihat banyaknya karakter-karakter ciptaan Fujio San ini menghiasi seluruh badan bus. Untuk satu kali trip, kalian harus membayar 200 Yen. Tapi kalau ingin jalan kaki juga bisa kok, jaraknya sekitar 1,4 km. Kira-kira jalan dengan kecepatan santai sambil foto  kanan-kiri sekitar setengah jam saja.

Gak perlu khawatir tersasar di jalur pedestrian dari dan menuju Museum ini (Doraemon Museum's path - julukan dari saya hehehe) karena jelas sekali markanya. Bahkan ketika kita menyusuri sungai di tepi jalan, selain pagar pembatasnya ada ornamen Doraemonnya, kita juga bakal menemukan patung-patung kecil dari karakter-karakter yang diciptakan Fujio San.

Papan petunjuk di depan Museum Fujiko F. Fujio

Only in Kawasaki City

Saya memutuskan untuk naik bus Doraemon ketika menuju Museum dan pulangnya berjalan kaki karena dengan alasan panas matahari menjelang sore cukup nyaman untuk dibuat jalan kaki dan sekadar untuk mencari pengalaman baru saja.

Oh iya, tiket Museum Doraemon yang seharga 1000 Yen/orang itu tidak bisa kita beli langsung di museum. Kita mesti beli tiket tersebut di jaringan kombini Lawson beberapa hari sebelumnya (untuk menghindari kehabisan tiket) dengan waktu kunjungan yang udah ditentuin yaitu pukul 10:00, 12:00, 14:00, dan 16:00. Jadi datanglah ke Museum Fujiko F. Fujio ini sesuai dengan waktu kunjungan yang kita pilih ya, jangan terlambat.
Misalnya, kita mau berkunjung ke museum tanggal 17 Oktober dengan waktu kunjungan pukul 12:00 siang. Maka nanti di mesin penjualan tiket harus memilih tanggal dan jam kunjungannya. Kalau bingung cara membelinya jangan ragu minta tolong petugas Lawson untuk membantu kita karena di mesin itu walaupun ada pilihan bahasa inggrisnya, tapi kita tetap harus mendaftarkan nama kita dengan menggunakan aksara Jepang @__@.

Mesin penjual tiket di Lawson - Jepang

OK, balik lagi ke Museum. Museum Doraemon memang dibangun untuk menghormati almarhum pencipta tokoh Doraemon serta karakter-karakter lainnya yang diciptakan Fujio San. Kalau kalian bukan seorang Otaku sejati (macem saya ini), kemungkinan tokoh ciptaan Fujio San yang kalian kenal selain Doraemon pastinya hanyalah P-Man. Karena dua-duanya ditayangkan di RCTI. Padahal, Fujio San menciptakan banyak karakter/tokoh lain dengan cerita yang berbeda diluar serial Doraemon dan P-Man yang bisa kita temui di Museum ini. 
Sekadar trivia saja, karakter P-man ternyata lahir lebih dulu dari Doraemon yaitu tahun 1963, sementara Doraemon menyusul diciptakan tahun 1970. Fujio San telah menciptakan puluhan tokoh rekaan lainnya sepanjang karir beliau menjadi Mangaka. Di dalam museum yang amat bagus, terawat dan keren ini kita bisa menemukan penjelasan sejarah terciptanya tokoh-tokoh rekaan Fujio San terutama Doraemon tentunya dan juga sejarah perjalanan hidup dan karir dari seorang Fujio San itu sendiri. 
Kiri: Tiket yang sudah ditukar di Museum - Kanan: alat intepretasi elektronik yang bisa diperdengarkan secara bilingual


Tidak ada guide yang membantu kita sih, tapi nanti kita dikasih guide elektronik bilingual yang berbentuk seperti walkie talky dengan tombol-tombol angka yang bisa dipencet dan disesuaikan dengan diorama yang sedang kita lihat.
Tidak boleh memotret atau berisik di dalam ruang pamer museum. Nanti ada semacam lounge atau tempat bermain khusus di mana kita bebas berfoto, membaca komik Doraemon yang disediakan (dan tentunya berbahasa Jepang @_@), berfoto box, atau sekadar berseliweran tak keruan (biasanya anak-anak kecil nih).

lounge baca di Museum

Setelah rehat di lounge Doraemon, kita bakal masuk ke dalam bioskop untuk menonton film spesial Doraemon yang belum pernah ditayangkan di mana-mana dengan durasi sekitar 10 menit. Filmnya berbahasa Jepang tentunya, tapi nikmati saja gerak gerik Doraemon, Nobita, serta tokoh lain karangan Fujio San yang muncul di film tersebut. Setelah film selesai, tiba-tiba layar film terbelah dua! ternyata itu adalah jalan keluar yang mengarahkan pengunjung menuju taman bermain Doraemon!

Pasti ingat dengan tiga buah gorong-gorong yang ditumpuk, di lapangan bermain dimana Doraemon, Nobita, Suneo, Giant, dll menghabiskan waktu mereka, kan? Nah, di taman ini kami menemukan taman serupa dengan scene yang ada di serial Doraemon. Seru banget! Selain itu, kita bisa berfoto bersama patung-patung tokoh lainnya yang ada di taman, whoaaa~   
Taman bermain di belakang Musem - menyenangkan!

Dannn wow.. Ada cafe Doraemon juga. Karena kami kelaparan, akhirnya kita memutuskan buat lunch saja di cafe yang masih berada di dalam museum itu. Harga makanannya perporsi bervariasi. Tapi yang paling menarik, tampilan makanan dan minumannya itu lohhh...semua makanan dan minuman 'dibubuhi' tokoh Doraemon dan kawan-kawan. Jadi sayang menyantapnya ha ha ha...
Aduh...sayang banget buat dimakan, tapi laper ^^

Kunjungan terakhir kami di Museum yang memakan waktu kira-kira 2 jam itu ditutup dengan berbelanja di gift shop museum yang menjual pernak-pernik karakter buatan Fujio San. Beragam banget isinya. Bahkan kaosnya Giant juga ada (pengennn, tapi mahal, gak jadi beli deh).
Gift shop di Museum Fujiko F. Fujio - Awas kalap yaaa~

Saya sampai pusing sendiri kepengen ini-itu tapi kepepet budget, hehehe. Harganya memang lumayan, sih. Tapi kalau kalian pencinta tokoh Doraemon dan kawan-kawan, rasanya sayang banget aja kalau udah datang jauh-jauh tapi enggak membawa pulang beberapa pernik pernik lucu yang cuma bisa kalian temui di situ saja.
Karakter Doraemon dan kawan-kawannya yang menghiasi jalur pejalan kaki di Kawasaki City

Karena tadi perginya menggunakan bus Doraemon dari stasiun, maka pulangnya kami memutuskan buat berjalan kaki saja, hitung-hitung melihat dan menikmati Kawasaki City. Terasa banget kalau kota ini memang cocok menjadi kota Doraemon. Selain banyaknya ornamen Doraemon dan kawan-kawan yang menghiasi setiap sudut kota, Kawasaki City juga nampak terlihat sangat rapih dengan bangunan-bangunan rumah apik yang tertata manis dan situasi kota yang cukup lengang di siang hari, padahal menurut Wiki sih kota ini adalah kota terpadat ke sembilan di Jepang. 

Belum lagi langit hari itu tampak sangat cerah dengan udara musim gugur yang sangat sejuk menerpa-nerpa wajah. Wah, jadi semakin senang berjalan jalur pejalan kaki untuk Museum Fujiko F. Fujio ini. Jadi, kalau kalian berkesempatan ke Jepang, jangan lupa ya buat mampir ke 'Museum Doraemon' di Kawasaki City...pasti gak nyesel!


Mari kita berpetualang dengan Pintu Kemana Sajaaa!




6 comments:

FIKi said...

aaaaakkkk...pengeeennnn,
asik nian tatz, selalu seneng baca blog lo, isinya jalan2 mlulu ^^

Mira Milo said...

Haloo, mau tanya, aku baca di Itin nya, ke ghibli sama doraemon dalam sehari yah? Mending yg mana duluan? sama mungkin ga ya misal aku mau ke ghibli jam10, doraemon jam14. Selisih sekitar 1,5 jam takut ga cukup buat waktu tempuh + waktu nyasar nya :D

Tatz Sutrisno said...

Hi Mira,

Perlu diingat bahwa museum ghibli dan doraemon tiket masuknya tidak bisa beli langsung di museum, harus minimal bbrp hari sebelumnya. Jadi belum tentu bisa dijadiin dalam 1 hari kunjungan.

Mira Milo said...

Hai trimakasih udah dijawab, iya utk pembelian aku rencana titip teman yg disana begitu visa keluar (aamiin). Maksud pertanyaannya lebih ke waktu tempuhnya itu, misal tiket brhasil didapat trnyata pelaksanaanya trlalu mepet gt

Mira Milo said...

Hai trimakasih udah dijawab, iya utk pembelian aku rencana titip teman yg disana begitu visa keluar (aamiin). Maksud pertanyaannya lebih ke waktu tempuhnya itu, misal tiket brhasil didapat trnyata pelaksanaanya trlalu mepet gt

Tatz Sutrisno said...

Kalau secara waktu tempuh, bisa sih dilakukan dlm 1 hari. Misalnya ke ghibli dipagi harinya, lalu ke doraemon siangnya karena asik juga sore2 menyusuri Kawasaki dengan berjalan kaki menuju stasiun :)