Earphones = Anti sosial device?

Earphones (atau bisa juga disebut headphones, earbuds, stereophones, headsets, dll) adalah sebuah gadget kecil yang biasa disematkan ditelinga seseorang, dan berfungsi sebagai alat pendengar elektonik pribadi dari gadget player inti*. Paling nikmat dinikmati seorang diri (karena jika berdua, maka tidak akan dapat merasakan kedasyatan suara stereo didalamnya). Sering banget kita temui terutama ditempat umum, orang-orang yang 'mengganjal' telinga mereka dengan Earphones, terima kasih untuk kemajuan tehnologi yang begitu cepat, hingga setiap gadget yang kita miliki baik HP, PDA, mp3player, bahkan digital camera yang ikut-ikutan latah menyematkan mp3 player didalamnya merasa kurang afdol tanpa melengkapi Earphones atau biasa disebut hands free ini dalam box kelengkapan mereka, beberapa bahkan wajib ada.

Dengan menyematkan benda mungil tersebut pada kedua (atau sebelah bagi yang terbiasa) kuping kita, maka kita akan 'tenggelam' dalam dunia kita sendiri. Kita tenggelam dalam alunan lagu-lagu favorit, atau sekedar obrolan dari berbagai macam
topik yang sengaja diangkat oleh sang penyiar radio tanpa kedalaman materi, dan berbagai hal lainnya.

Dengan menyematkan benda mungil itu tanpa sadar, kita telah membuat semacam boundaries maya yang mengingatkan orang-orang disekitar kita sedang tidak bisa diganggu (kalau tidak penting-penting sekali), tidak bisa diajak ngobrol (kalau hanya sekedar menanyakan cuaca hari ini), atau bahkan menjadi sungkan untuk meminta bantuan. Bahkan kini ada Earphones dengan efek noise cancelling, artinya kuping kita akan dibuat kedap serta mengoptimalkan kualitas suara yang sedang kita dengar.

Fungsi awal Earphones yang tadinya sebagai alat pendengar pribadi yang mencegah orang lain untuk mendengarkan apa yang sedang kita dengarkan / tanpa menganggu yang lain*, kini bergeser menjadi alat yang ampuh untuk menjaga jarak bahkan menjadi anti sosial.
Masih mending jika earphones yang kita pakai kita gunakan untuk bercakap-cakap dengan rekan diseberang sana alias bertelepon, tapi saya yakin kebanyakan mereka ber-Earphones 'sekedar' untuk mendengarkan sesuatu sesuai selera mereka (a killing time device).
Earphones kini dapat mengganti kedudukan sikap-sikap tubuh defensif seperti menyilangkan kedua lengan didada, atau jika dikendaraan umum, memejamkan mata. Bahkan jika memang sedang benar-benar tidak ingin diganggu, kombinasikan saja keduanya, pasti lebih efektif.

Maka tidaklah heran suatu hari nanti manusia akan lebih individualis, egois, dan penyendiri, terutama manusia urban, yang sehari-hari harus bertemu dengan beragam manusia lain yang tidak dikenal. Tidak ada lagi ramah-tamah, atau sekedar basa basi antara sesama manusia. Tidak ada lagi tegur sapa sekedar menanyakaan cuaca hari ini, karena kita sedang melebur dalam dunia masing-masing dalam bentuk pendengaran. Manusia masa depan adalah manusia individualis.

Tidak munafik saya juga salah satu dari sekian banyak pengguna (atau penikmat) Earphones ketika sedang seorang diri terutama dalam perjalanan cause once again it's also a killing time device, though.

Tatz. (*source:wikipedia)
upload juga disini

2 comments:

indah said...

heheh, dan brarti gue juga termasuk ke dalam daftar manusia egois yg lo maksud :p

zuki said...

saya seneng pake earphone ... tapi lebih seneng lagi kalau musiknya bisa mengalun di ruangan ... biar nggak individualis kali ya .. :-P